Semarangtoday.com, SOLO – Jalan Joko Tingkir, Pajang, Laweyan, Solo, yang menghubungkan dengan Gentan, Sukoharjo, ambrol cukup parah sejak beberapa waktu lalu. Kondisi itu membutuhkan perbaikan segera karena dikhawatirkan akan membahayakan pengguna jalan.
Pantauan Espos di lokasi, Selasa (7/4/2026), segmen jalan yang ambrol tepatnya di perbatasan Solo-Sukoharjo yang dipisahkan sungai yang masih aktif. Adapun kondisinya, ruas jalan sisi barat tampak rusak parah hingga memakan hampir setengah ruas Jl Joko Tingkir.
Pada bagian saluran air di bawah tampak rusak paling parah sehingga membuat sebagian jalan dan jalur pedestrian ambrol. Bahkan, satu tiang kabel juga terdampak ambrolnya saluran air tersebut sehingga posisinya miring ke kali dengan kabel masih tersangkut.
Sementara untuk tindakan yang dilakukan baru sebatas pemasangan barikade pembatas menggunakan water barrier yang dihubungkan dengan garis polisi. Pada beberapa sisi juga tampak ban bekas yang menjadi penanda bahwa jalan tersebut rusak parah dan tak layak dilalui.
Untuk pantauan arus lalu lintas, Jl Joko Tingkir tampak ramai bukan hanya oleh kendaraan pribadi baik roda dua maupun empat, tapi juga truk angkutan besar. Lalu lintas kerap terhambat ketika volume kendaraan cukup tinggi.
Salah satu warga Pajang, Handayani, menyampaikan jalan tersebut ambrol sudah sejak beberapa hari lalu. Ia tidak menyebut tanggal pastinya, namun menurutnya hingga saat ini belum ada tindakan perbaikan selain memberi pembatas jalan.
“Itu sudah cukup lama. Kalau enggak salah sudah hampir dua pekan. Saat [Bulan] Puasa mendekati Lebaran kemarin,” kata perempuan yang berdagang minuman di sekitar jalan ambrol tersebut saat ditemui Espos, Selasa (7/4/2026).
Ambrol saat Hujan Lebat
Handayani juga menjelaskan detik-detik ambrolnya jalan tersebut yang terjadi pada sore hari saat hujan lebat. “Sekitar sore waktu itu hujan deres banget dan tahu-tahu ada suara ambruk, saya lihat dan saya pikir awalnya hanya baliho besar yang tumbang dan untungnya baliho ambruk tidak ke jalan tapi ke arah kali. Setelah agak reda saya baru tahu ternyata yang ambruk bukan hanya baliho tapi jalannya juga ambrol,” jelasnya.
Saat awal jalan tersebut ambrol, lanjut Handayani, kondisi jalan belum separah saat ini. Seiring waktu, kerusakan terus bertambah bahkan hampir menyentuh salah satu bangunan tepat di samping kali dan setengah badan jalan.
“Mungkin karena tidak diperbaiki ya, makin hari saya lihat makin parah karena sedikit-sedikit itu ambrol. Tindakannya hanya pembatas jalan di situ,” kata dia.
Handayani menjelaskan saat jalan itu ambrol, warga langsung terdampak karena salah satu tiang kabel juga turut ambruk. “Yang berpengaruh waktu itu seperti Internet, karena kayaknya itu bukan kabel listrik, dan awal-awal kemarin warga pada ngeluh Internetnya rusak. Tapi saat ini kayaknya sudah diperbaiki, tinggal jalannya itu. Khawatirnya malah makin parah dan membahayakan kendaraan yang lewat,” kata dia.
Ia menduga penyebab ambrolnya jalan tersebut karena saluran air bawah tanah yang tidak kuat menahan beban. Hal itu dilihat dari kerusakan yang terjadi dengan intensitas parah terjadi tepat di atas saluran air. “Saluran air itu dibangun 2-3 tahun lalu, bisa dibilang masih baru. Tapi dulu yang bangun siapa kurang paham saya, entah Solo atau provinsi [Jawa Tengah],” kata dia.
Hal serupa disampaikan salah seorang pengatur lalu lintas di kawasan tersebut, yang tidak bersedia menyebutkan namanya. Kata lelaki paruh baya tersebut ambrolnya jalan itu sangat berdampak pada arus lalu lintas.
“Sejak musim mudik kemarin terjadi kepadatan dan itu berlanjut hingga sekarang saat waktu-waktu sibuk di pagi dan sore hari,” kata dia saat berbincang dengan Espos di lokasi.
Ia menjelaskan Jl Joko Tingkir tidak hanya dilalui kendaraan pribadi, mengingat jalan tersebut menghubungkan Solo dengan Sukoharjo, sehingga kendaraan yang melintas lebih beragam, termasuk kendaraan angkutan berat juga melintas.
“Ya berharap ini segera diperbaiki, karena yang lewat di sini macam-macam kendaraan takutnya malah membahayakan yang lewat,” tutupnya.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau DPUPR Solo hingga berita ini ditulis belum merespons saat dihubungi untuk konfirmasi perihal kondisi jalan tersebut.

Leave a Reply