Semarangtoday.com, SOLO – Sanggar Pasinaon Pambiwara Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang berada di bawah Yayasan Pawiyatan Kabudayan Keraton Solo akan menyelenggarakan acara purnawiyata atau wisuda siswa di Bangsal Smarakata Keraton Solo, Sabtu (23/5/2026) pukul 19.00 WIB.
Pangarsa Sanggar Pasinaon Rambiwara Keraton Solo KPH Raditya Lintang Sasongka menjelaskan total siswa yang akan diwisuda sebanyak 102 siswa yang terdiri dari siswa dari Punjer (Pusat) Karaton Surakarta Babaran (angkatan) 43 sebanyak 53 siswa, Cabang Semarang angkatan 31 sebanyak enam siswa, Cabang Blitar angkatan 26 sebanyak 43 siswa.
Menurut dia, Sanggar Pasinaon Pambiwara Keraton Solo berdiri sejak 16 September 1993. Hingga kini, total siswa yang menempuh pendidikan hingga lulus dari pasinaon di Sanggar Pasinaon Pambiwara Keraton Solo sebanyak 2.978 siswa dari 3.788 siswa yang mengikuti pasinaon.
Dengan demikian rata-rata jumlah siswa per angkatan adalah sekitar 69 siswa. Murid paling muda di Solo merupakan siswa kelas XII SMA dan paling senior berusia 78 tahun. Sedangkan siswa paling senior di Blitar berusia 84 tahun.
“Tren anak muda yang berminat menjadi siswa Sanggar Pasinaon Pambiwara terus meningkat,” kata dia kepada wartawan ditemui di Restoran Kusuma Sari Slamet Riyadi, Solo, Jumat (22/5/2026) siang.
Dia menjelaskan para siswa telah mendapatkan materi selama enam bulan. Mereka belajar dengan jadwal dua kali dalam sepekan. Mata pelajaran yang diberikan kepada siswa terdiri atas teori 40% dan praktik 60%.
Materi Pelajaran
Mata pelajaran teori atau kawruh antara lain Pancasila, kabudayan Jawi, bahasa Jawa, tata krama & kasusilan (Subasita), kawruh gendhing, dan kawruh beksan. Sedangkan mata pelajaran praktik antara lain basa tulis aksara Jawa), tata busana Jawa, tata cara & upacara mantu, berbicara dalam pertemuan, dan nembang macapat.
“Siswa juga mendapatkan pengalaman lapangan tambahan berupa pengenalan bangunan dan arsitektur keraton, ziarah ke makam raja-raja di Kota Gedhe dan Imogiri. Di samping itu evaluasi belajar siswa terdiri atas pendadaran sinerat [ujian tertulis] dan pendadaran tumindak [ujian praktik],” ungkap dia.
Menurut dia, ujian tertulis dilakukan secara luring maupun daring. Para pengajar Sanggar Pasinon Pambiwara Keraton Solo terdiri atas akademisi dan praktisi yang sangat kompeten dan mumpuni di bidangnya, antara lain KPH Raditya Lintang Sasongka atau BRM Bambang Irawan, Joko Daryanto, KGPH Puger, KP Bowodiningrat.
Kemudian KP S Yusdianto Budayaningrat, KP Suseno Bumimaya, KRAT Sidiq Dwija Aji, Renggadiningrat, KMAT Tursina Ayu Rengganingsih, KMA Ernawati Larasarum, KMAT Tasik Woropeni Setyaningrum, KMAT Tasik Ayu Lestari Rengganingrum, dan BRM Suryo.
Dia mengatakan Sanggar Pasinaon Pambiwara Keraton Solo memiliki visi konservasi dan preservasi (pelestarian) budaya Jawa yang bersumber dari Keraton Solo. Sedangkan misi Sanggar Pasinaon Pambiwara Keraton Solo, antara lain menyosialisasikan kebudayaan Keraton Solo baik warisan budaya bendanya maupun warisan budaya tak bendanya kepada masyarakat luas.
Kemudian melakukan konservasi, pelestarian, maupun pengembangan bahasa Jawa melalui pasinaon/pendidikan pambiwara, mencetak pambiwara yang hajiwa budaya sebagai bagian dari budaya hidup kebudayaan Jawa, dan mempertahankan dan nguri-uri budaya Jawa yang bersumber dari Keraton Solo sebagai salah satu sakaguru kebudayaan Nasional Indonesia.

Leave a Reply