Semarangtoday.com, SUKOHARJO — Hingga pertengahan Oktober 2026, pengerjaan tiga proyek strategis di Sukoharjo telah rampung atau mencapai 100 persen. Pengerjaan ketiga proyek strategis itu melampaui target lantaran rampung sebelum akhir Desember 2026.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mengerjakan 10 proyek strategis pada 2026. Dari jumlah itu, progres pekerjaan delapan proyek strategis menunjukkan deviasi positif dari target. Tiga pekerjaan proyek strategis di antaranya bahkan telah rampung atau mencapai 100 persen.
Ketiga proyek strategis yang telah rampung, yakni pemasangan 300 lampu penerangan jalan umum [LPJU], peningkatan jalan Ambil-ambil-Tanjung, dan peningkatan jalan Tanjunganom-Daleman.
“Capaian realisasi pekerjaan fisik delapan proyek strategis melampaui target. Bahkan, tiga proyek strategis di antaranya telah rampung atau 100 persen. Ini patut diapresiasi untuk memotivasi pekerjaan proyek strategis lainnya agar rampung tepat waktu,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, Minggu (18/10/2026).
Sapto, sapaan akrabnya, menyebut Pemkab Sukoharjo memberi atensi khusus terhadap pengerjaan 10 proyek strategis. Dia meminta pejabat pembuat komitmen selaku pengguna anggaran untuk melakukan monitoring dan evaluasi capaian pekerjaan proyek strategis yang belum rampung.
Identifikasi hambatan dan kendala dilakukan agar pekerjaan proyek strategis bisa rampung sebelum akhir 2026. “Proyek rehabilitasi Jembatan Sayegan dan proyek rehabilitasi saluran drainase Jalan Bekonang-Mojo menunjukkan deviasi negatif dari target. Ini menjadi catatan khusus bagi kami untuk mendorong percepatan pengerjaan proyek. Apa saja kendalanya diidentifikasi. Kemudian, dicari solusinya sembari menggenjot pekerjaaan agar bisa rampung secepatnya,” ujar dia.
Sementara itu, seorang warga Daleman, Kecamatan Nguter, Sukadi, mengatakan ruas Jalan Ambil-ambil-Tanjung merupakan akses penghubung vital di wilayah Kecamatan Nguter. Ruas jalan itu menghubungkan beberapa desa di wilayah Nguter.
Selama bertahun-tahun, kondisi ruas jalan berlubang sehingga mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Kini, ruas jalan sepanjang hampir dua kilometer telah mulus untuk menopang mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
“Alhamdulillah, masyarakat tak lagi waswas jika hendak bepergian pada malam hari karena kondisi jalan rusak. Masyarakat bisa mengakses infrastruktur jalan saat beraktivitas sehari-hari,” ujar dia.

Leave a Reply