Tol Pejagan-Cilacap Cari Investor Baru, Banyumas Jajaki BUMN China

Tol Pejagan-Cilacap Cari Investor Baru, Banyumas Jajaki BUMN China
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (17/10/2026), menjelaskan perkembangan rencana pembangunan Tol Pejagan-Cilacap. ANTARA/Sumarwoto

Semarangtoday.com, PURWOKERTO — Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjajaki calon investor baru asal China untuk mendukung rencana pembangunan Tol Pejagan-Cilacap. Langkah ini dilakukan setelah calon investor sebelumnya dari Guangxi terkendala kasus korupsi yang menjerat pimpinan perusahaan tersebut di negaranya.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan perusahaan milik Pemerintah Provinsi Guangxi itu sebelumnya telah menunjukkan keseriusan berinvestasi. Perusahaan tersebut bahkan telah menyampaikan letter of intent atau surat pernyataan minat setelah pembahasan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Saya turut memfasilitasi pertemuan perusahaan tersebut dengan Menteri PU dan jajaran direktorat jenderal terkait,” kata Sadewo sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (17/10/2026).

Namun, rencana kerja sama itu terkendala sehingga Pemkab Banyumas menjajaki calon investor lain untuk mendukung pembangunan jalan tol yang direncanakan menghubungkan wilayah utara dan selatan Jawa Tengah tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Sadewo mengaku telah menjajaki salah satu badan usaha milik negara (BUMN) China yang bergerak di bidang konstruksi dan disebut terlibat dalam pembangunan Jembatan Suramadu.

“Saya bawa ke Kementerian PU. Ya, PIC (Person in Charge)-nya yang ketemu. Ini sedang dibicarakan,” katanya.

Sadewo mengatakan dirinya bersama calon investor asal China tersebut telah bertemu dengan pejabat Kementerian PU di Jakarta pada Rabu (14/10/2026).

Meski demikian, dia belum menyebutkan nama perusahaan yang dijajaki maupun nilai investasi yang ditawarkan. Penjajakan masih berlangsung sehingga belum ada investor resmi yang ditetapkan ataupun kepastian jadwal pembangunan.

Menurut Sadewo, pembangunan Tol Pejagan-Cilacap merupakan kewenangan pemerintah pusat. Pemkab Banyumas berupaya mendorong percepatan proyek melalui komunikasi dengan kementerian terkait dan penjajakan calon investor.

Dia menilai keterbatasan infrastruktur transportasi menjadi salah satu kendala masuknya investasi ke Banyumas, meskipun daerah tersebut memiliki potensi ekonomi dan kondisi sosial masyarakat yang kondusif.

“Saya berharap pembangunan Tol Pejagan-Cilacap dapat meningkatkan aksesibilitas, memperlancar distribusi barang, serta memperkuat daya tarik investasi di Banyumas dan wilayah sekitarnya,” kata Bupati.

Tol Pejagan-Cilacap Ditargetkan Dibangun Mulai 2029

Sebelumnya, Kementerian PU menargetkan pembangunan Tol Pejagan-Cilacap sepanjang 95 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp27 triliun, di luar biaya pembebasan lahan, mulai dilaksanakan pada 2029.

Proyek yang direncanakan menghubungkan wilayah utara dan selatan Jawa Tengah tersebut akan dibagi menjadi lima seksi, yakni Bulakamba-Karanganyar, Karanganyar-Bumiayu, Bumiayu-Ajibarang, Ajibarang-Wangon, dan Wangon-Lebeng.

Sekitar 40 kilometer ruas tol itu direncanakan melintasi Kabupaten Banyumas dengan dua simpang susun, masing-masing di Ajibarang dan Wangon.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Rachman Arief Dienaputra pada 23 Oktober 2025 mengatakan proyek tersebut masih berada dalam tahap pra-studi kelayakan (pre-feasibility study atau pre-FS) dengan dukungan pemerintah Australia.

Saat itu, proyek tersebut ditargetkan memasuki tahap lelang pada kuartal IV 2026 setelah seluruh perizinan lengkap.

Leave a Reply