Kandang Ayam di Wonogiri Terbakar, 11.000 Anak Ayam Terpanggang

Kandang Ayam di Wonogiri Terbakar, 11.000 Anak Ayam Terpanggang
Proses pemadaman kandang ayam di Kecamatan Wonogiri yang berdampak hangusnya 11 ribu anak ayam, Sabtu (17/10/2026) dini hari. (Istimewa/Damkar Wonogir)

Semarangtoday.com, WONOGIRI — Kebakaran melanda kandang ayam milik warga di Dusun Kendil, RT 001/RW 005, Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (17/10/2026) dini hari. Kebakaran tersebut menghanguskan kandang yang berisi sekitar 11.000 ekor anak ayam berusia tiga hari. Kerugian materiil akibat kejadian itu diperkirakan lebih dari Rp400 juta.

Koordinator Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Wonogiri, Sriyanto Kembo, mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, penjaga kandang melihat kepulan asap dan api muncul dari dalam kandang milik warga berinisial S, 43.

“Begitu melihat ada asap dan api, pemilik langsung menghubungi Damkar. Kami kemudian mengerahkan personel untuk menuju lokasi kejadian,” kata Sriyanto kepada Espos, Sabtu (17/10/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Damkar mengerahkan tujuh personel Regu 1 dengan dua unit mobil pemadam kebakaran.

Saat petugas tiba di lokasi, pemilik kandang bersama karyawan dan penjaga telah berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar karena sebagian konstruksi kandang terbuat dari kayu dan bambu.

Petugas kemudian melakukan pemadaman, dilanjutkan penyemprotan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Api cukup cepat menjalar karena material kandang berupa kayu dan bambu. Pemilik, karyawan, penjaga, dan warga sekitar juga ikut membantu melakukan pemadaman sebelum dan saat petugas Damkar tiba,” jelasnya.

Diduga Berasal dari Pemanas Arang

Sriyanto mengatakan berdasarkan informasi awal di lokasi, titik api diduga berasal dari area pemanas arang yang digunakan di dalam kandang. Api kemudian membakar bagian di sekeliling area kandang.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar dua jam 45 menit, mulai pukul 03.30 WIB hingga 06.15 WIB. Petugas Damkar dibantu penjaga kandang dan warga sekitar selama penanganan kebakaran.

Sriyanto memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai lebih dari Rp400 juta.

Kerugian itu meliputi bangunan kandang beserta isinya. Sekitar 11.000 ekor anak ayam berusia tiga hari turut menjadi korban kebakaran. Sejumlah peralatan peternakan, seperti mixer pakan, pengaduk ayam, dan alat semprot air, juga ikut terbakar.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk kerugian sementara diperkirakan lebih dari Rp400 juta, termasuk kandang, sekitar 11.000 anak ayam, dan sejumlah peralatan peternakan,” ujar Sriyanto.

Setelah memastikan kondisi kandang aman dan tidak ditemukan titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan, petugas Damkar meninggalkan lokasi dan kembali ke Markas Komando (Mako).

Sriyanto mengimbau masyarakat, terutama pemilik usaha peternakan yang menggunakan sumber panas di sekitar kandang, agar meningkatkan kewaspadaan. Pemanas arang harus ditempatkan secara aman dan diawasi untuk mencegah kebakaran.

“Pastikan sumber panas yang digunakan aman dan tidak berdekatan dengan material yang mudah terbakar. Pengawasan juga perlu dilakukan, terutama saat malam dan dini hari,” katanya.

Leave a Reply