Mbah Tukiyem Meninggal Terbakar saat Bakar Sampah di Gemolong Sragen

Mbah Tukiyem Meninggal Terbakar saat Bakar Sampah di Gemolong Sragen
Tiga petugas Damkar Satpol PP Sragen memadamkan api yang melalap lahan kosong di Kwangen, Gemolong, Sragen, Rabu (14/10/2026) sore.

Semarangtoday.com, SRAGEN — Seorang nenek-nenek menjadi korban kebakaran lahan kosong di Dukuh Gemulung, Desa Kwangen, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Rabu (14/10/2026) sore. Korban mengalami luka bakar 85% dan sempat dilarikan ke rumah sakit (RS) hingga akhirnya meninggal dunia. 

Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen, Tommy Isharyanto, kepada Espos, Rabu malam, mengungkapkan korban diketahui bernama Tukiyem, 80, warga Kampung Gemulung RT 010/RW 004, Kekurahan Kwangen, Gemolong, Sragen. Dia menyampaikan kejadian terjadi pada pukul 15.40 WIB dan api berhasil dipadamkan pada pukul 17.35 WIB.

“Proses pemadaman dilakukan selama dua jam dengan menghabiskan air sebanyak 10.000 liter. Lahan kosong tersebut milik Ragil Legiyanto, 55, warga setempat. Seorang warga menghubungi petugas Damkar Pos Gemolong untuk membantu pemadaman,” jelas dia.

Dia menerangkan awalnya Mbah Tukiyem membakar sampah kulit jagung di dekat lahan kosong. Api kemudian membesar dan merembet hingga membakar lahan kosong. Mbah Tukiyem kemudian hendak memadamkan api, namun takut.

“Mbah Tukiyem akhirnya berusaha lari untuk menyelamatkan diri, namun nasib nahas menimpanya. Mbah Tukiyem jatuh dan terbakar. Mbah Tukiyem mengalami luka bakar 85%,” jelas dia.

Tommy menyampaikan warga histeris saat melihat korban yang jatuh terbakar hingga mencoba ikut memadamkan api. Kemudian, warga menghubungi petugas Damkar Pos Gemolong.

“Indikasi kebakaran karena bakaran sampah dan kerugian belum bisa ditaksir. Korban di lokasi masih sempat diberi minum air putih, tapi kemudian dibawa ke RS Assalam dan dinyatakan meninggal dunia,” jelas dia.

Kejadian tersebut langsung memicu kepanikan warga sekitar yang khawatir api menyebar ke pemukiman penduduk. Warga berhamburan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya sembari menghubungi petugas Damkar Pos Gemolong dan Call Center PSC 119 Sragen.

Tim gabungan yang ikut memadamkan api terdiri dari Damkar Sragen, TNI/Polri, PSC 119, Gemolong Rescue, REDKAR, Ambulans MWC NU Miri, serta warga setempat.

Ketua PSC 119 Sukowati Kabupaten Sragen, Udayanti Proborini, melalui Sekretaris PSC 119 Sukowati Nengah Adnyana Oka Manuaba mengonfirmasi insiden maut tersebut.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, tim responder PSC 119 langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan bergerak ke lokasi untuk melakukan kaji cepat serta penanganan medis darurat,” jelas dia

Setelah diidentifikasi di lokasi, jenazah korban dievakuasi ke RSU Assalam Gemolong menggunakan Ambulans NU Miri untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh tim Inafis Polres Sragen.

Leave a Reply