Semarangtoday.com, MADIUN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun memanfaatkan momentum Hari Jadi Ke-458 Kabupaten Madiun untuk menegaskan komitmen mempercepat inovasi pelayanan publik. Salah satu program prioritas yang terus dikebut ialah pemenuhan target satu desa satu mobil siaga.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto usai memimpin upacara peringatan Hari Jadi Ke-458 Kabupaten Madiun di Pendapa Ronggo Djoemeno, Caruban, Sabtu (18/7/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja.”
Dalam amanatnya, Hari menegaskan pemerintah daerah akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat untuk mewujudkan visi Kabupaten Madiun Bersahaja, yakni Bersih, Sehat, dan Sejahtera.
Ia menyebut sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 10,63% pada 2024 menjadi 10,40% pada 2025 atau turun 0,21 poin persen. Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem kini tersisa 0,26%.
“Indeks Pembangunan Manusia [IPM] Kabupaten Madiun juga meningkat dari 74,81 persen pada 2024 menjadi 75,47 persen pada 2025 sehingga masuk kategori tinggi,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Hari Wur itu juga menjelaskan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan signifikan dari 4,34% menjadi 3,22% atau berkurang 1,12 poin persen. Di sisi lain, inovasi menjadi kebutuhan bagi pemerintah daerah agar tidak tertinggal di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi.
“Di era digitalisasi, kalau kita tidak berinovasi, kita akan ketinggalan. Karena itu kita harus terus berinovasi dan berkolaborasi. Gotong royong yang diajarkan para leluhur harus terus kita hidupkan,” jelasnya.
Menurutnya, tema peringatan Hari Jadi ke-458 bukan sekadar slogan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap di usia ke-458 Kabupaten Madiun, pemerintah daerah mampu mewujudkan daerah yang bersih, sehat, dan sejahtera melalui pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Madiun juga menyerahkan 55 unit mobil siaga desa. Bantuan itu melengkapi 15 unit yang telah disalurkan pada tahun lalu sehingga total mobil siaga desa yang telah diberikan mencapai 70 unit.
Hari menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan akses layanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan.
“Target kami satu desa satu mobil siaga. Tahun lalu 15 unit, tahun ini 55 unit sehingga total sudah 70 unit. Masih kurang sekitar 136 unit dan mudah-mudahan tahun depan bisa terpenuhi,” tambahnya.
Nantinya, mobil siaga itu akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan warga, mulai dari mengantar pasien ke rumah sakit, mendukung layanan kesehatan, hingga penanganan kondisi darurat.
Selain penyerahan mobil siaga, Pemkab Madiun juga memberikan penghargaan kepada perangkat daerah dan pemerintah desa dengan capaian tercepat dalam implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Penghargaan tersebut diharapkan mendorong setiap instansi menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, dan berbasis digital. (NA)

Leave a Reply