Pasukan Israel Duduki 2 Desa di Suriah Selatan, Warga Resah

Pasukan Israel Duduki 2 Desa di Suriah Selatan, Warga Resah
Tentara Israel. (Istimewa/IDF)

Semarangtoday.com, BEIRUT — Pasukan Israel dilaporkan menduduki dua desa di Provinsi Daraa, Suriah selatan, pada Kamis (11/6/2026). Informasi tersebut disampaikan kantor berita pemerintah Suriah, SANA.

Menurut laporan itu, pasukan Israel memasuki Desa Maariya dan Desa Al-Arida serta mendirikan pos pemeriksaan yang menghambat pergerakan warga setempat.

Kepala Desa Maariya, Abedin Muwafaq Mahmoud, mengatakan sejumlah kendaraan militer Israel memasuki wilayahnya pada dini hari dan ditempatkan di dekat pintu masuk timur desa, tidak jauh dari sebuah sumur.

“Sejumlah kendaraan militer Israel memasuki wilayah desa dan ditempatkan di dekat pintu masuk timur Maariya,” ujar Mahmoud, seperti dikutip SANA.

Mahmoud menjelaskan tentara Israel melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan umum maupun pribadi yang melintas di kawasan tersebut.

Setelah itu, pasukan Israel bergerak menuju pintu masuk Desa Al-Arida dan kembali mendirikan pos pemeriksaan serta melakukan inspeksi terhadap warga yang melintas.

Keberadaan pos pemeriksaan tersebut disebut menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat setempat.

Siswa Terlambat Ujian

Mahmoud mengatakan operasi militer Israel dilakukan bertepatan dengan jadwal ujian sekolah sehingga berdampak langsung terhadap aktivitas warga.

Akibat pemeriksaan kendaraan dan pembatasan mobilitas, sejumlah siswa dilaporkan terlambat tiba di lokasi ujian.

“Tindakan itu menimbulkan kegusaran warga, terutama karena bertepatan dengan jadwal ujian sekolah,” katanya.

SANA melaporkan Israel terus melakukan pelanggaran terhadap Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974 melalui berbagai operasi militer di wilayah selatan Suriah.

Pelanggaran yang dimaksud meliputi penggerebekan ke sejumlah desa, penahanan warga setempat, hingga perobohan bangunan.

Pasukan Israel juga disebut rutin menggelar operasi di desa-desa perbatasan, terutama di Provinsi Quneitra dan Daraa yang berbatasan langsung dengan wilayah yang diduduki Israel.

Pemerintah Suriah di Damaskus menilai tindakan militer Israel tersebut melanggar hukum internasional dan mencederai kedaulatan negara.

Pemerintah Suriah berulang kali mengecam operasi militer Israel di wilayahnya dan mendesak komunitas internasional mengambil langkah untuk menghentikan pelanggaran yang terjadi di kawasan perbatasan tersebut.

Leave a Reply