Semarangtoday.com, SEMARANG – Balai Trans Jawa Tengah (Jateng) memproyeksikan koridor baru Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng yang menghubungkan Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Temanggung (Gelangmanggung) mampu mencapai tingkat keterisian 80% pada tahun pertama operasionalnya pada 2027.
Koridor baru tersebut dinilai memiliki potensi besar karena akan melintasi sejumlah kawasan strategis, termasuk destinasi wisata nasional Candi Borobudur.
Kepala Balai Trans Jawa Tengah, Agung Pramono, mengatakan integrasi rute dengan kawasan wisata Borobudur menjadi salah satu faktor yang mendukung optimisme tingginya jumlah penumpang.
“Kita integrasikan di Borobudur yang rencananya juga nanti lewat Secang,” kata Agung kepada Espos, Jumat (12/6/2026).
Meski terhubung dengan kawasan wisata Borobudur, Agung menegaskan koridor Gelangmanggung tidak hanya ditujukan bagi wisatawan.
Menurut dia, layanan tersebut juga menyasar pekerja, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum yang beraktivitas di wilayah Magelang dan Temanggung.
“Dari Borobudur ada integrasi ke Kutoarjo [Purworejo], jadi nyambung. Bisa lah nanti diangkut 80 persen masuk juga pelajar dan pekerja, enggak hanya wisatawan,” ujarnya.
Integrasi antarkoridor tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan dan memudahkan mobilitas masyarakat antardaerah.
Dorong Peralihan ke Transportasi Umum
Agung berharap kehadiran koridor Gelangmanggung mampu mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Menurut dia, evaluasi dan pengembangan layanan, termasuk kemungkinan penambahan titik keberangkatan, akan dilakukan setelah koridor tersebut beroperasi selama tahun pertama.
“Jadi tentunya nanti berkembang koridor baru ini. Diharapkan ada perpindahan dari sepeda motor maupun mobil ke angkutan BRT Trans Jateng. Paling tidak, bisa mengurangi angka kecelakaan, kemacetan, polusi,” katanya.
Saat ini, layanan Trans Jateng telah beroperasi pada tujuh koridor dengan total 115 armada bus. Tujuh koridor tersebut tersebar di empat wilayah pengembangan (WP), yakni Kedungsepur, Solo Raya, Banyumas Raya, serta Purworejo-Magelang.
Selain memperluas jaringan layanan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menerapkan tarif khusus bagi kelompok tertentu, seperti pelajar, mahasiswa, buruh, veteran, dan lanjut usia (lansia).
Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/124 tertanggal 30 April 2025 tentang Tarif Angkutan Aglomerasi Perkotaan Trans Jateng, tarif khusus diturunkan dari Rp2.000 menjadi Rp1.000 per perjalanan.

Leave a Reply