Semarangtoday.com, SOLO — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Solo menyalurkan 848 ekor hewan kurban pada perayaan Iduladha 1447 H/2026 M. Hewan kurban tersebut terdiri atas 325 ekor sapi dan 523 ekor kambing dengan total nilai diperkirakan mencapai Rp11 miliar.
Penyembelihan dan distribusi hewan kurban dilakukan serentak di berbagai masjid serta pondok pesantren di bawah naungan DPD LDII Kota Solo. Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat, santri, hingga warga di sekitar lingkungan fasilitas ibadah dan pendidikan milik LDII.
Sekretaris DPD LDII Kota Solo, Arsala Zamarudy, mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini menunjukkan tingginya partisipasi warga dalam berbagi dan menjalankan ibadah kurban.
“Kami sangat bersyukur karena tahun ini warga LDII semakin semangat di dalam berbagi dan menyalurkan hewan kurban. Melalui gotong royong ini, terkumpul 325 ekor sapi serta 523 ekor kambing dengan nilai total mencapai Rp11 miliar. Partisipasi ini menunjukkan peningkatan kepedulian warga dalam menjalankan syariat sekaligus membantu sesama,” kata Arsala dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Espos pada Selasa (26/5/2026).
Kurban Disebut Perkuat Solidaritas Sosial
Ketua DPD LDII Kota Solo, M. Zain, menilai ibadah kurban tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga membawa dampak sosial yang nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, semangat berbagi melalui kurban menjadi salah satu cara menjaga kebersamaan di tengah situasi ekonomi yang dinamis.
“Kurban bukan sekadar ritual ibadah, melainkan manifestasi dari solidaritas sosial. Di tengah dinamika ekonomi saat ini, semangat untuk peduli dan berbagi menjadi kunci untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan di tengah masyarakat kita,” kata Zain.
Ia juga membagikan kiat bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan kurban secara lebih matang pada tahun-tahun mendatang. Salah satunya dengan menyisihkan dana secara berkala sejak awal tahun.
“Kuncinya terletak pada niat kuat dan komitmen yang berkelanjutan. Mengingat ibadah kurban merupakan agenda tahunan yang bisa direncanakan, masyarakat disarankan mulai menyisihkan dana secara berkala sejak awal tahun. Selain itu, pemanfaatan sistem kurban kolektif atau patungan untuk jenis sapi atau memilih opsi kambing perorangan tetap terbukti menjadi metode efektif agar ibadah mulia ini dapat dijangkau oleh lebih banyak lapisan orang,” jelasnya.
LDII Solo juga memastikan proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban dilakukan secara higienis dan sesuai regulasi kesehatan serta syariat Islam.
Seluruh panitia kurban disebut diwajibkan menjaga standar sanitasi dan kebersihan lingkungan pemotongan secara ketat agar masyarakat merasa aman menerima daging kurban.
“Nantinya, paket-paket daging kurban dikirimkan secara langsung ke rumah-rumah warga yang membutuhkan untuk menghindari kerumunan massal. Distribusi inklusif ini menyasar masyarakat kurang mampu di sekitar lingkungan masjid, para santri di pondok pesantren, hingga warga di wilayah-wilayah binaan khusus LDII di seputaran Kota Solo,” tutupnya.

Leave a Reply