Kementan: Perputaran Uang dari Program MBG ke Petani-Peternak Rp600 Miliar/Hari

Kementan: Perputaran Uang dari Program MBG ke Petani-Peternak Rp600 Miliar/Hari
Pekerja mengemas menu makan bergizi gratis (MBG) di SPPG Ampel I, Candi, Ampel, Boyolali, Selasa (19/8/2025). (Daerah/Ni'matul Faizah)

Semarangtoday.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menjelaskan perputaran uang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke para petani hingga peternak mencapai Rp600 miliar per hari.

“Setiap ada aktivitas kegiatan MBG, sehari [perputaran uang] Rp1 triliun, itu Rp600 miliar di antaranya untuk pangan. Pangan artinya apa? Ada perputaran uang di petani, di peternak, pembudidaya ikan, dan lainnya Rp600 miliar [per hari],” kata Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi, dalam diskusi Satu Tahun Perjalanan MBG dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Dia menambahkan, program MBG menggerakkan ekonomi di pedesaan. Sebab, permintaan komoditas pertanian jadi meningkat.

Suwandi memaparkan, total kebutuhan beras untuk program MBG mencapai 360.000 ton pada 2025 dengan nilai menyentuh Rp5,16 triliun. Seiring dengan peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kebutuhan beras untuk program MBG tahun ini juga ikut naik menjadi 1,99 juta ton dengan nilai sekitar Rp30,6 triliun.

“Kebutuhan beras satu tahun untuk SPPG, ini kami hitung 1,99 juta ton. Sangat besar. Ini [nilainya] Rp30 triliun-an lebih dan menyerap tenaga kerja banyak,” ujarnya yang dikutip dari keterangan tertulis.

Selain itu, kata dia, kebutuhan telur ayam untuk program MBG pada 2026 mencapai 1,37 juta ton dengan nilai Rp4,45 triliun. Kemudian daging ayam yang kebutuhannya untuk MBG tahun 2026 sebesar 990.000 ton senilai Rp41 triliun.

Permintaan sayuran untuk MBG pada 2026 sebesar 2,48 juta ton dengan nilai Rp9,92 triliun. Adapun kebutuhan buah-buahan untuk MBG pada 2026 mencapai 2,5 juta ton dengan nilai Rp22,5 triliun.

“Itu penambahan dari telur saja itu nilainya sangat besar, daging ayam, buah-buahan, ini menarik,” ujar Suwandi.

Efek pengganda program MBG sangat besar untuk para petani serta peternak. Kesejahteraan petani pun meningkat. Terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 125,45 pada Februari 2026. Tertinggi sepanjang sejarah.

“NTP sektor pertanian itu 125 poin. Itu seumur-umur 35 tahun terakhir, belum pernah setinggi itu. Petani semua bahagia,” ucap Suwandi.

Kemiskinan dan kesenjangan di pedesaan pun menurun berkat peningkatan kesejahteraan petani. Menurut data BPS, rasio gini pada September 2025 sebesar 0,295. Terendah dalam beberapa tahun terakhir. “Artinya kesenjangan yang kaya dan yang miskin itu menipis,” tutupnya.

Leave a Reply