Semarangtoday.com, SEMARANG — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang tengah berupaya menghidupkan kembali geliat ekonomi di Pasar Johar. Kondisi pasar tradisional terbesar di Kota Semarang itu saat ini dinilai masih sepi dari aktivitas jual-beli.
Salah satu upaya yang tengah disiapkan ialah memberikan ruang bagi pedagang Pasar Maling atau penjual barang bekas untuk berjualan di dalam Pasar Johar. Dulu kawasan pasar yang berdekatan dengan Masjid Agung Kauman juga terkenal dengan keberadaan pedagang Pasar Maling.
Kepala Disdag Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, menyampaikan pengaktifan kembali Pasar Maling menjadi bagian dari strategi untuk menggerakkan roda ekonomi di Pasar Johar. Hal tersebut juga untuk menjawab tantangan dari pemerintah pusat terkait optimalisasi fungsi pasar.
“Pasar Johar ini harus hidup dan ramai. Jadi pada saat saya ke Kementerian Perdagangan soal rencana pembangunan, baik Pasar Penggaron maupun Bangetayu. Jawabannya pemerintah pusat belum bisa membantu selama Johar tidak ramai. Dari situlah saya punya tanggung jawab moral,” ucap Aniceto kepada Espos, Minggu (5/4/2026).
Ruang yang disiapkan Disdag untuk pedagang Pasar Maling berada di Pasar Johar Tengah lantai 2 hingga 4. Area tersebut banyak lapak kosong setelah ditinggal pedagang sebelumnya.
“Kebetulan masyarakat juga mengusulkan untuk menghidupkan kembali ikonnya Johar Pasar Maling. Saya bilang, kenapa tidak, selama itu untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menghidupkan Pasar Johar,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Amoy tersebut menuturkan bahwa pedagang Pasar Maling sudah memiliki wadah yang tergabung dalam komunitas. Disdag mendorong mereka yang selama ini berjualan di trotoar jalan seperti di Kokrosono agar masuk dan berjualan di dalam Pasar Johar.
“Kita sudah buka pendaftaran 100, tapi yang daftar sudah tembus 600 pedagang. Kita ingin pedagang Pasar Maling jangan jualan di pinggir jalan dan masuk ke Pasar Johar,” paparnya.
Selain itu, Amoy menyebut bahwa Disdag juga tengah menyiapkan program baru bernama Jolari (Johar Malam Hari) di pelataran Pasar Johar sebagai upaya menggairahkan aktivitas ekonomi.
“Hari ini kita lihat Pasar Johar masih sepi. Konsep Jolari itu akan ditempatkan di area pelataran, gambarannya seperti di Pekojan,” tandasnya.

Leave a Reply